Seiring perkembangan teknology saat ini kebutuhan akan dunia internet
semakin bertambah, namun yang menjadi permasalahan adalah biaya akses
internet masih dalam kategori mahal. Seperti yang kita ketahui, untuk
mengakses internet kita memerlukan koneksi data yakni dengan menggunakan
paket data internet atau jaringan wifi. Sudah tahu kan mana yang lebih
cepat!! tentu jaringan wifi yang lebih cepat di banding koneksi data.
Nah pada pertemuan kali ini saya ingin berbagi informasi cara melakukan
hack wifi dengan menggunakan comand prompt.Siapa sih yang tak mau
internetan dengan jaringan wifi, tentu siapapun mau, namun sayangnya
tidak semua orang mau berbagi jaringan wifinya ke kita, maka dari itu
cara yang paling sering di lakukan adalah melakukan hack password wifi
dengan perantara comand prompt. Dengan menggunakan CMD kita bisa
menemukan atau melihat sandi maupun password wifi dengan mudah dan cepat
tanpa menggunakan aplikasi atau software. Sobat kompasiana mungkin
sudah ada yang tahu penggunaan CMD untuk membobol password wifi?. Simak
informasinya dibawah ini.
1.Pertama silahkan anda buka cmd, caranya cara klik menu pencarian pada laptop atau komputer dan ketik CMD kemudian klik search.
2. Setelah itu aka nada hasil pencarian CMD dan klik CMD tersebut sehingga akan terbuka
3.
Kemudian anda ketik “tulisan netsh wlan show profiles” tanpa tanda
petik. Selanjutnya akan ada beberapa nama wifi yang sebelumnya sempat
kita koneksikan atau SSID
4. Setelah itu silahkan anda ketik “netsh wlan show profiles name=nama wifi key=clear lalu klik enter.
5.
Selesai, akan ada tampilan baru yang menunjukan password wifi dari SSID
silahkan cek pada key content untuk mengetahui passwordnya.
Nah itulah informasi yang bisa saya berikan kali ini tentang cara hack wifi dengan cmd. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi gambaran buat anda semua yang ingin mengetahui password wifi.
Menjalankan perintah CMD di Command Prompt adalah cara alternatif
untuk mengoperasikan perangkat Windows. Dengannya, Anda dapat melakukan
berbagai hal. Misalnya menyalin file atau memperbaiki error pada hard drive.
Namun,
Anda perlu tahu perintah apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan
hal tertentu. Di artikel ini, Anda akan mempelajari 50 perintah CMD
beserta fungsinya. Selamat membaca!
Command Prompt atau CMD adalah aplikasi command line interpreter
(CLI) yang ada di sistem operasi Windows. Perintah-perintah dalam CMD
berfungsi untuk melakukan berbagai operasi di komputer Anda.
Sebenarnya,
perintah-perintah tersebut sudah ada sejak jaman MS-DOS. Namun,
pengguna awam Windows sudah jarang menggunakan perintah CMD karena
fungsi yang sama sekarang lebih mudah diakses melalui menu.
Meski
demikian, perintah CMD memberikan kendali lebih atas pengoperasian
komputer Anda. Ragamnya memang banyak. Namun, jangan khawatir. Anda
dapat menggunakan daftar yang ada di artikel ini sebagai contekan!
Daftar Lengkap Perintah CMD dan Fungsinya
Sebelum
masuk ke dalam daftar perintah CMD ini, perlu Anda ketahui bahwa tidak
semua perintah dapat digunakan di seluruh versi Windows. Untuk tahu mana
saja perintah dasar CMD yang bisa Anda pakai, simak penjelasan di
bawah ini.
1. append
Didukung di: semua versi kecuali Windows 10
Perintah append
memungkinkan Anda untuk membuka file yang ada dalam direktori lain,
bahkan ketika Anda tidak berada dalam direktori tersebut. Contoh
penggunaannya seperti di bawah ini:
append c:\docs;c:\letters edit myfile.txt
Tujuan
yang ingin dicapai dengan perintah tersebut adalah membuka dan mengedit
file bernama myfile.txt. Jika file tersebut tidak ada di direktori yang
sedang Anda buka, maka perintah tadi akan mencarinya di direktori
c:\docs dan c:\letters.
Jika Anda ingin menambahkan lebih dari
satu direktori pencarian, gunakan tanda titik koma (;) untuk memisahkan
masing-masing direktori.
2. arp
Didukung di: semua versi Windows
Sesuai namanya, perintah arp digunakan untuk mengelola ARP atau address resolution protocol. ARP sendiri merupakan bagian dari IP (internet protocol) yang mengarahkan IP address 32-bit ke MAC (medium access control) address.
Berikut
adalah salah satu contoh penggunaan perintah arp. Misal saja IP address
Anda 220.0.0.160. Jika Anda ingin menggantinya, tinggal menjalankan
perintah berikut ini:
arp -s 220.0.0.16100-50-04-62-F7-23
Dengan perintah tersebut, IP address Anda akan diganti dengan 220.0.0.161.
3. assoc
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Perintah
assoc digunakan untuk memeriksa ekstensi file yang diasosiasikan dengan
sebuah jenis file. Misalnya, Anda ingin menampilkan keterangan ekstensi
.txt. Untuk itu, Anda perlu menjalankan perintah berikut.
assoc .txt
Setelah
Anda memasukkan perintah tersebut akan muncul tulisan .txt=txtfile yang
berarti .txt adalah ekstensi untuk file berjenis teks.
Di samping
itu, perintah assoc juga dapat dimanfaatkan untuk mengubah atau
menghapus pengaosisasian sebuah ekstensi file dengan jenis file. Berikut
adalah contoh penggunaannya untuk menghapus:
assoc .txt=
Jika ingin menggunakan perintah di atas, jangan lupa untuk menambahkan spasi setelah tanda sama dengan (=).
4. at
Didukung di: Windows 2000 dan XP
Perintah
at digunakan untuk mengotomatisasi berbagai perintah lainnya pada waktu
yang ditentukan. Meskipun hanya didukung di tiga versi lama Windows, at
sebetulnya juga dapat digunakan di Vista dan 7 meskipun statusnya sudah
deprecated (tidak lagi mendapatkan update atau support).
Mulai di Windows 8, at telah diganti dengan schtasks yang memiliki fungsi serupa. Perintah ini juga akan kami bahas nanti.
Perintah
at sendiri memiliki beberapa kegunaan. Apabila Anda hanya mengetikkan
at, Command Prompt akan menampilkan daftar perintah yang diotomatisasi.
Perlu
diketahui bahwa setiap perintah ini diwakili oleh angka ID. Angka
tersebut berguna ketika Anda ingin menghapus otomatisasi perintah yang
sudah terdaftar.
Misalnya, perintah di bawah ini akan menghapus otomatisasi perintah dengan ID 1:
at 1/delete
Jika ingin menghapus semuanya, Anda dapat mengetikkan perintah berikut:
at /delete/yes
Nah, sekarang mari coba membuat otomatisasi perintah dengan contoh berikut:
at 6:50PM/every:5,10,15,20,25"c:\winnt\task.bat"
Pada
contoh tersebut, komputer Anda akan menjalankan file task.bat secara
otomatis pada pukul 6:50 malam setiap tanggal 5, 10, 15, 20, dan 25.
Sebagai pengingat, Anda hanya dapat menggunakan tanggal untuk menentukan
hari pelaksanaan otomatisasi.
Jika /interactive ditambahkan
setelah jam pelaksanaan seperti pada contoh di bawah, Anda akan dapat
berinteraksi dengan file tersebut ketika dijalankan.
at 6:50PM/interactive /every:5,10,15,20,25 c:\winnt\beep.bat
5. attrib
Didukung di: semua versi Windows
Pernahkah Anda menemukan file yang tidak diinginkan, tetapi tidak dapat Anda hapus? Barangkali atribut file tersebut di-set ke read-only.
Untuk
mengubah atributnya, cara yang umum adalah klik kanan pada file
tersebut, lalu buka Properties. Di bagian bawah window Properties Anda
akan menemukan checkbox untuk mematikan atau menyalakan atribut tadi.
Namun, Anda juga dapat melakukannya dengan perintah CMD attrib. Contohnya seperti di bawah ini:
attrib -R example.txt
Pada contoh itu, -R mengisyaratkan penghapusan atribut read-only dari file yang dimaksud. Jika ingin menambahkan atribut, maka tanda minus (-) diganti dengan tanda plus (+).
Selain R, ada tiga atribut lain yang dapat Anda atur dengan perintah attrib:
H = hidden, untuk menyembunyikan file dan sebaliknya
S = system, menandai bahwa sebuah file digunakan untuk kebutuhan sistem operasi
A = archive, menandai bahwa sebuah file belum pernah di-backup
6. bcdedit
Didukung di: semua versi setelah Windows XP
bcdedit adalah perintah yang memungkinkan Anda untuk melakukan tiga hal, yaitu mengelola penyimpanan data boot configuration, menyimpan parameter konfigurasi tersebut, dan mengatur booting sistem operasi.
Format perintah bcdedit sebenarnya sederhana. Berikut contohnya:
bcdedit /command <argument>
/command
adalah sub-perintah yang dapat digunakan dengan bcdedit, sedangkan
<argument> adalah nama file atau direktori yang dijadikan target
perintah ini.
Nah, yang membuat bcdedit cukup rumit adalah
banyaknya sub-perintah yang ada di dalamnya. Di bawah ini adalah
beberapa sub-perintah beserta fungsinya:
/createstore — membuat penyimpanan data boot configuration baru
/create — membuat entry baru di sebuah penyimpanan data boot configuration
/deletevalue — menghapus sebuah elemen dari boot entry
/bootdebug — mengaktifkan boot debugger dalam sebuah boot entry atau sebaliknya
Untuk melihat daftar lengkap sub-perintah bcdedit Anda dapat menjalankan perintah berikut:
bcdedit /?
Jika ingin mengetahui kegunaan dari suatu sub-perintah, Anda tinggal menambahkan namanya setelah perintah tersebut, seperti ini:
bcdedit /? createstore
7. bootsect
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Perintah bootsect digunakan untuk memperbarui master boot code dalam partisi hard drive. Dengan demikian, Anda dapat mengubah tipe boot sequence manager dari NTLDR menjadi BOOTMGR dan sebaliknya.
Misalnya, Anda memerlukan perintah di bawah ini untuk mengubah master boot code untuk partisi :E di komputer Anda:
bootsect /nt52 E:
8. break
Didukung di: semua versi Windows
Tergantung
dengan pengaturannya, kombinasi tombol ctrl + C dapat digunakan untuk
menghentikan sebuah proses MS-DOS. Misalnya sebuah file batch.
Nah, break adalah perintah yang digunakan untuk menentukan pengaturan itu. Contohnya seperti berikut:
break off
Jika
Anda menjalankan perintah tersebut, kombinasi tombol ctrl + C tidak
dapat digunakan untuk menghentikan proses MS-DOS. Apabila Anda hanya
ingin memeriksa pengaturan ini, ketikkan “break” saja.
9. cacls
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Perintah cacls digunakan untuk memeriksa atau mengubah access control list (ACL) sebuah file. ACL sendiri adalah daftar yang berisi access control entries (ACE). Daftar ini dimanfaatkan untuk menentukan akses file yang dimiliki oleh sebuah user di sebuah komputer.
Syntax cacls cukup sederhana, seperti yang dapat Anda lihat di bawah:
cacls [file name][sub-command]
Ada beberapa sub-perintah cacls yang dapat digunakan, yaitu:
/T — mengganti ACL dari file-file yang ditentukan dalam sebuah direktori dan semua sub-direktori di dalamnya
/E — seperti sub-perintah sebelumnya, tapi berfungsi untuk mengubah isi ACL-nya
/G user:perm — memberikan permission ke sebuah user
/R user — menghapus permission dari sebuah user
/P user:perm — mengubah permission sebuah user
/D user — menghapus akses file dari sebuah user
Untuk mengisi perm, ada empat kode yang dapat Anda gunakan:
n — none (tidak ada akses)
r — read (membuka file)
w — write (mengubah file)
f — full control (akses penuh)
Misalnya, kode di bawah ini dijalankan jika Anda ingin memberikan akses penuh terhadap user bernama user1 untuk file myfile.txt:
cacls myfile.txt /e /g user1:f
Jika sekedar ingin mengetahui ACL sebuah file, Anda tidak perlu menambahkan sub-perintah.
10. call
Didukung di: semua versi Windows
Perintah CMD call digunakan untuk menjalankan sebuah file batch di dalam sesamanya. Contohnya, perintah di bawah akan menjalankan file second.bat di dalam file batch yang sedang berjalan:
Seperti namanya, perintah change berfungsi untuk mengubah pengaturan remote desktop (RD) session host server untuk status logon, COM port mapping, dan mode instalasi. Syntax untuk masing-masing kegunaan tersebut berbeda. Karenanya, kami akan membahasnya satu per satu.
change logon
Perintah change logon mengatur status logon di client session. Misalnya, Anda dapat memperbolehkan logon dengan mengubah statusnya menjadi enabled, seperti di bawah ini:
change logon /enable
Sebaliknya, apabila ingin mencegah logon, gunakanlah perintah berikut:
change logon /disable
Untuk sekedar memeriksa statusnya, jalankan perintah ini:
change logon /query
change port
Anda akan membutuhkan perintah change port ketika ingin mengubah COM port mapping. Sebagai contoh, menjalankan perintah berikut ini akan mengganti COM12 ke COM1:
change port com12=com1
change user
Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, change user digunakan untuk mengubah mode instalasi RD session host server. Contoh pemanfaatannya seperti berikut:
change user /execute
Perintah di atas memungkinkan mapping file .ini ke direktori utama. Namun, ini berarti Anda tidak dapat meng-install aplikasi apapun di RD session host server. Untuk memperbolehkannya, gunakan perintah ini:
change user /install
12. chdir
Didukung di: semua versi Windows
Ingin
menggunakan perintah CMD untuk navigasi direktori? Bisa! Anda tinggal
menggunakan chdir. Dengan perintah ini, Anda dapat kembali ke direktori
yang dibuka sebelumnya dengan perintah seperti di bawah ini:
chdir..
Jika perintah tersebut dijalankan, efeknya akan seperti ketika Anda klik tombol back pada File Explorer.
Selain itu, chdir juga dapat digunakan untuk kembali ke direktori utama. Contohnya seperti berikut:
chdir\
Dengan perintah tersebut, dari direktori C:\Windows\COMMAND> Anda dapat lompat ke C:\ dalam sekejap.
Menariknya lagi, Anda dapat membuka sebuah direktori dengan hanya mengetikkan namanya. Misalnya:
chdir\windows\system32
Dengan menjalankan perintah itu, direktori system32 langsung diakses.
Sebagai catatan, Anda juga dapat mengganti chdir dengan cd. Kedua perintah tersebut memiliki fungsi dan syntax yang sama.
13. chkdsk
Didukung di: semua versi Windows
Apakah
laptop atau komputer Anda lambat? Sebagai langkah pengecekan pertama,
Anda dapat menjalankan perintah chkdsk. Perintah ini berfungsi untuk
memeriksa status hard drive Anda.
Di samping itu, chkdsk juga dapat digunakan untuk mencoba membetulkan hard drive yang error karena bad sector. Jalankan saja perintah berikut ini:
chkdsk d:/r
14. chkntfs
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Fungsi
chkntfs berhubungan dengan chkdsk. Dengannya, Anda dapat memerintahkan
komputer untuk melakukan pengecekan terhadap semua partisi hard drive dan menjalankan chkdsk pada partisi yang dianggap bermasalah. Perintahnya seperti berikut:
chkntfs /d
15. cipher
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Perintah cipher berhubungan erat dengan enkripsi file dan folder pada hard drive bertipe NTFS. Ada tiga fungsi utama yang dapat Anda manfaatkan dari perintah CMD ini.
Pertama, Anda dapat memeriksa status enkripsi sebuah file atau folder dengan perintah di bawah ini:
cipher /c myfile.txt
Kedua, Anda dapat mengenkripsi sebuah file atau folder dengan mengganti /c dengan /e, seperti pada contoh berikut:
cipher /e myfile.txt
Ketiga, perintah cipher memungkinkan Anda untuk mematikan enkripsi file atau folder dengan sub-perintah /d:
cipher /d myfile.txt
16. clip
Didukung di: semua versi setelah Windows XP
Perintah clip digunakan ketika Anda ingin menyalin output dari sebuah CLI ke clipboard
untuk satu alasan atau lain. Syntaxnya pun sangat sederhana; tinggal
ketikkan clip di Command Prompt dan tuliskan nama dan ekstensi file yang
ingin disalinjalankan. Contohnya seperti ini:
clip readme.txt
17. cls
Didukung di: semua versi Windows
Bagi
Anda yang menggunakan Command Prompt untuk berbagai keperluan, perintah
cls sangat berguna. Dengan menjalankan perintah tersebut, Anda dapat
menghapus semua teks di CMD, baik yang Anda ketikkan maupun outputnya.
Seperti clip, Anda tinggal mengetikkan cls untuk menggunakan perintah ini.
18. cmdkey
Didukung di: semua versi setelah Windows XP
cmdkey
digunakan untuk membuat, menghapus, atau melihat username dan password
yang digunakan untuk login ke komputer. Perintah ini bermanfaat apabila
Anda adalah admin user dari komputer tersebut.
Penggunaannya sederhana. Jika Anda ingin melihat daftar username dan password milik user komputer, ketikkan:
cmdkey /list
Sekarang mari mencoba mendaftarkan sebuah username dan password dengan perintah berikut:
cmdkey /add:server01 /user:userbaru /pass:pf90
Dengan itu, Anda telah membuat akses untuk user bernama userbaru dengan password pf90 agar dapat memasuki server01.
Jika ingin menghapusnya, tinggal gunakan perintah ini:
cmdkey /delete:userbaru
Anda juga dapat mengosongkan daftar username dan password dalam sebuah server:
cmdkey /delete:server01
19. color
Didukung di: semua versi setelah Windows 2000
Bosan
dengan tampilan hitam putih Command Prompt? Anda dapat mengganti
warnanya dengan perintah color. Syntax-nya seperti demikian:
color <b><f>
<b>
menentukan warna latar belakang, sedangkan <f> menentukan warna
teks. Untuk menentukan warnanya, Anda menggunakan angka 0 hingga 9.
Namun, Anda tidak dapat memilih warna yang sama. Berikut adalah warna
yang dapat Anda pilih dan angka yang mewakilinya:
0 hitam
1 biru
2 hijau
3 aqua
4 merah
5 ungu
6 kuning
7 putih
8 abu-abu
9 biru muda
Selain itu, ada enam warna lagi yang dapat dipilih. Akan tetapi, keenamnya diwakili oleh huruf. Berikut daftarnya:
a hijau muda
b aqua muda
c merah muda
d ungu muda
e kuning muda
f putih terang
Misalnya, dengan perintah berikut ini background Command Prompt akan berubah menjadi abu-abu dengan teks merah:
color 84
Jika ingin mengembalikan Command Prompt ke warna aslinya, ketikkan saja color tanpa tambahan apapun.
20. comp
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Perintah
comp digunakan untuk membandingkan dua file. Biasanya, perintah CMD
ini dipakai ketika Anda ingin memeriksa kode dari kedua file tersebut.
Contohnya seperti berikut:
comp file1.txt file2.txt /n=10/a
Dengan perintah di atas, Anda membandingkan file1.txt dan file2.txt.
/n
menentukan jumlah baris kode yang diperiksa dengan perintah comp. Di
contoh tersebut kami membandingkan sepuluh baris kode pertama, tapi Anda
dapat menggantinya sesuai keinginan.
/a digunakan untuk menampilkan output dari perintah comp dalam set karakter ASCII. Hasilnya seperti berikut:
Tadi
Anda telah mempelajari enkripsi file dengan cipher. Kini kami akan
membahas perintah yang digunakan untuk mengkompres file, yaitu compact.
Namun, perlu Anda ingat bahwa perintah ini hanya dapat berfungsi pada
partisi berjenis NTFS.
Sebagai permulaan, barangkali Anda ingin
memeriksa status kompresi setiap file yang ada dalam suatu direktori.
Contoh perintah berikut memungkinkan Anda untuk memeriksa semua file di
direktori yang sedang diakses:
compact
Jika ada file yang ingin Anda kompres, perintahnya seperti demikian:
compact file.txt /c
Untuk
kebalikannya, Anda tinggal mengganti /c dengan /u. Sebagai catatan,
mengkompres atau melakukan dekompresi terhadap suatu file akan menandai
direktori tempatnya disimpan. Setelah ditandai, semua file yang disimpan
pada direktori tersebut akan dikompres atau dekompresi.
22. convert
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Seusai
namanya, perintah convert digunakan ketika Anda ingin mengubah partisi
berjenis FAT menjadi NTFS. Misalnya seperti contoh berikut ini:
convert d:/fs:ntfs
23. copy
Didukung di: semua versi Windows
Kegunaan
perintah copy sama seperti namanya, yaitu menyalin sebuah file ke
lokasi yang berbeda. Untuk memahami kegunaannya, perhatikan contoh di
bawah ini:
copy myfile.txt d:\
Perintah tersebut mengisyaratkan penyalinan file myfile.txt yang ada pada direktori yang sedang Anda akses ke direktori D:.
Anda
juga dapat memanfaatkan perintah copy untuk mengkopi semua file dengan
jenis sama. Untuk melakukannya, gunakanlah tanda bintang (*) seperti
pada contoh ini:
copy *.txt d:\
Bahkan, perintah copy juga dapat digunakan untuk menyalin semua file dalam satu direktori, seperti pada contoh berikut:
copy *.* f:\
Tentunya perintah ini bermanfaat jika Anda ingin mengkopi file ke removable drive seperti flashdisk.
24. date
Didukung di: semua versi Windows
Perintah
date digunakan untuk melihat tanggal atau menggantinya. Syntaxnya
sangat sederhana. Setelah mengetikkan “date”, Command Prompt akan
menampilkan tanggal hari ini dan pertanyaan untuk mengganti tanggalnya.
Jika tidak ingin menggantinya, Anda tinggal tekan tombol enter di
keyboard.
25. defrag
Didukung di: semua versi Windows
Jika rajin melakukan optimasi hard drive,
barangkali Anda sudah tidak asing dengan fitur Disk Defragmentation. Di
Command Prompt pun Anda dapat melakukannya dengan perintah CMD defrag.
Untuk sekedar melakukan defragmentation, Anda tinggal menjalankan perintah ini:
defrag c:
Apabila Anda ingin menganalisa partisinya terlebih dahulu, tambahkan /a seperti pada contoh berikut:
defrag c:/a
Selain itu,Anda juga dapat melakukan defragmentation terhadap semua partisi:
defrag /c
26. del
Didukung di: semua versi Windows
Anda
dapat menggunakan Command Prompt untuk menghapus file dengan perintah
del. Mari perhatikan contoh-contoh berikut untuk memahami penggunaannya.
Untuk menghapus sebuah file dari direktori yang sedang diakses, gunakan perintah berikut:
del myfile.txt
File
yang dihapus dengan perintah ini akan masuk ke Recycle Bin seperti pada
umumnya. Namun, mungkin Anda ingin menampilkan pertanyaan konfirmasi
sebelum file yang dipilih benar-benar dihapus. Jika ya, tambahkan /p
seperti pada contoh di bawah:
del myfile.txt /p
Apakah
Anda harus mengakses direktori dari file yang ingin dihapus? Tentu saja
tidak. Anda dapat melakukannya dari direktori lain dengan perintah ini:
del c:\windows\test.tmp
Anda bahkan dapat menghapus seluruh file dalam sebuah direktori dengan perintah berikut:
del c:\windows\temp\*.*
Menariknya,
perintah del memberikan Anda kemampuan yang tidak dapat dimiliki jika
menggunakan File Explorer, yaitu menghapus file dengan atribut read only. Caranya dengan menambahkan /f setelah nama file:
del myfile.txt /f
Sebagai pengingat, Anda dapat mengganti perintah del dengan delete atau erase karena ketiganya memiliki fungsi yang sama.
27. deltree
Didukung di: Windows 95, 98, dan ME
Jika
file yang dihapus dengan perintah del, delete, dan erase masuk ke dalam
Recycle Bin, lain halnya dengan perintah deltree. Perintah ini
berfungsi untuk menghapus file secara permanen. Tak hanya itu, deltree
juga dapat menghapus semua sub-direktori dalam sebuah direktori.
Contoh penggunaannya seperti berikut:
deltree d:\pictures
Dengan perintah di atas, direktori bernama pictures di partisi D: dan seluruh sub-direktorinya akan dihapus permanen.
28. dir
Didukung di: semua versi Windows
Perintah
dir berguna untuk melihat daftar file dan sub-direktori yang ada di
dalam sebuah direktori. Di samping itu, perintah ini juga digunakan
untuk menampilkan berbagai informasi tentang hard drive Anda, termasuk:
Nomor seri
Jumlah file yang ada di dalam hard drive
Total ukuran file
Sisa ruang di hard drive
Mari
bahas syntax untuk masing-masing fungsinya. Apabila Anda sekedar ingin
menampilkan daftar file dan sub-direktori dalam direktori yang sedang
diakses, ketikkan “dir”.
Perintah ini dapat dibuat lebih fleksibel untuk menunjukkan file dengan ekstensi tertentu saja, seperti pada contoh berikut:
dir *.txt *.doc
Dengan perintah di atas, Command Prompt hanya akan menampilkan file .txt dan .doc di direktori Anda.
Penggunaan
perintah dir juga tidak terpisahkan dari atribut file. Berikut adalah
daftar atribut dan simbolnya dalam syntax perintah dir:
d — direktori
r — file read only
h — file tersembunyi (hidden)
a — file yang belum di-archive atau di-backup
s — file sistem
i — file yang tidak diindeks
Contoh penggunaannya seperti demikian:
dir /a:r
Dengan perintah di atas, yang akan ditampilkan hanya file dengan atribut read only.
29. diskpart
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Perintah diskpart digunakan untuk mengelola partisi hard drive
di komputer atau laptop Anda. Dengannya, Anda dapat membuat partisi
baru, menghapusnya, dan menampilkan daftar partisi yang ada.
Untuk menggunakannya, ketikkan “diskpart” terlebih dahulu. Setelah itu, ketikkan “list disk” untuk menampilkan daftar hard drive di komputer. Di bawah ini adalah contoh outputnya:
Disk### Status Size Free Dyn Gpt
-----------------------------------------
Disk0Online476 GB 449 MB
Disk1Online2047 GB 0 B
Disk2NoMedia0 B 0 B
Disk3NoMedia0 B 0 B
Disk4NoMedia0 B 0 B
Disk5NoMedia0 B 0 B
Misalnya
saja Anda ingin mengelola partisi di disk 0. Untuk memilihnya, ketikkan
“select disk 0”. Selanjutnya ketikkan “list partition” untuk melihat
daftar partisi di dalamnya. Contoh outputnya seperti di bawah ini:
Partition### Type Size Offset
-------------------------------------------
Partition1Primary549 MB 1024 KB
Partition2Primary195 GB 550 MB
Partition0Extended269 GB 195 GB
Partition4Logical29 GB 195 GB
Partition5Logical29 GB 225 GB
Partition6Logical8 GB 254 GB
Partition7Logical202 GB 262 GB
Partition3Recovery502 MB 465 GB
Nah,
sekarang Anda dapat memilih partisi yang ingin dikelola. Misalnya,
ketikkan “select partition 1”. Pada titik ini, Anda dapat memanfaatkan
berbagai sub-perintah yang didukung diskpart. Berikut adalah beberapa di
antaranya yang sering digunakan:
add
Sub-perintah
add berfungsi untuk membuat partisi baru yang serupa dengan sebuah
partisi lain yang sudah ada di komputer Anda. Contoh penggunaannya
seperti berikut:
add disk=1
Dengan sub-perintah tersebut, partisi baru dengan pengaturan yang sama dengan partisi nomor 1 akan dibuat.
assign
Jika
Anda menggunakan add disk, partisi baru yang dibuat belum memiliki
huruf. Sub-perintah assign digunakan untuk menentukan hurufnya. Namun,
jangan lupa untuk menggunakan perintah select partition terlebih dahulu
untuk memilih partisi yang ingin Anda beri huruf.
Pada contoh di bawah ini, huruf E: diberikan pada partisi yang dipilih:
assign letter=e
delete
Sesuai namanya, sub-perintah ini digunakan untuk menghapus sebuah partisi. Berikut adalah contoh penggunaannya:
delete partition
detail
Dengan
sub-perintah detail, Anda dapat melihat informasi tentang partisi yang
dipilih. Ketikkan “detail partition” dan Anda akan melihat output
seperti berikut ini:
RasSstp WAN Miniport(SSTP)Kernel7/15/20168:27:11 PM
...
30. edit
Didukung di: semua versi hingga Windows 7 tapi tidak didukung di sistem 64-bit
Command
Prompt sebenarnya memiliki tool text editor bawaan. Untuk mengaksesnya,
Anda tinggal menjalankan perintah CMD edit. Contohnya seperti di bawah
ini:
edit c:\myfile.txt
Perintah
tersebut akan membuka file bernama myfile.txt. Jika file tersebut tidak
ada, otomatis tool tersebut akan membuat file baru dengan nama yang
Anda tentukan.
Perintah exit digunakan untuk keluar dari Command Prompt atau menutup proses batch script yang sedang berjalan. Untuk menjalankannya, Anda hanya perlu mengetikkan “exit”.
32. expand
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Sebelumnya
Anda sudah mengenali perintah compact yang digunakan untuk mengkompres
file. Nah, expand adalah kebalikannya. Perintah ini berfungsi untuk
melakukan dekompresi. Syntax-nya cukup sederhana:
expand <source><destination>
<source>
adalah letak file yang ingin dibuka, sedangkan <destination>
adalah direktori di mana Anda ingin meletakkan isi dari file tersebut.
Contoh penggunaannya seperti berikut:
Command Prompt memungkinkan Anda untuk mencari teks tertentu dalam sebuah file dengan perintah find. Syntaxnya seperti demikian:
find [string][drive\ file name]
Misalnya saja Anda ingin mencari teks “REM” dalam file autoexec.bat yang berada di drive C:. Maka Anda perlu menjalankan perintah berikut:
find "REM" c:\autoexec.bat
Perlu
diketahui bahwa perintah find akan mencari teks yang sesuai dengan yang
Anda ketikkan. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan penggunaan
huruf kapital.
Contohnya, perintah tadi tidak akan menampilkan teks “rem” dalam huruf kecil pada hasil pencarian Anda.
Namun,
Anda juga dapat meminta perintah tersebut untuk tidak mempedulikan
jenis hurufnya. Untuk melakukannya, Anda tinggal menambahkan /I sebelum
teks yang dicari.
34. ipconfig
Didukung di: semua versi Windows
ipconfig
adalah perintah CMD yang digunakan untuk menampilkan informasi tentang
pengaturan jaringan yang ditentukan untuk komputer atau laptop Anda.
Dengan mengetikkan “ipconfig” pada Command Prompt, Anda sudah dapat melihat informasi tersebut, seperti contoh berikut ini:
Connection-specific DNS Suffix.: hsd1.ut.comcast.net.
IP Address............:192.168.201.245
SubnetMask...........:255.255.255.0
DefaultGateway.........:192.168.201.1
Akan
tetapi, Anda juga dapat melihat informasi lengkapnya dengan menambahkan
“/all” di belakang perintah tersebut. Hasilnya akan seperti demikian:
HostName.........: COMPUTERH1
DNS Servers........:123.45.67.8
111.111.111.1
111.111.111.1
Node type .........:Broadcast
NetBIOSScope ID......:
IP RoutingEnabled.....:No
WINS ProxyEnabled.....:No
NetBIOSResolutionUses DNS :No
0Ethernet adapter :
Description........: PPP Adapter.
PhysicalAddress......:44-44-44-54-00-00
DHCP Enabled........:Yes
IP Address.........:123.45.67.12
SubnetMask........:255.255.0.0
DefaultGateway......:123.45.67.8
DHCP Server........:255.255.255.255
Primary WINS Server....:
Secondary WINS Server...:
LeaseObtained.......:01018012:00:00 AM
LeaseExpires.......:01018012:00:00 AM
1Ethernet adapter :
Description........:3Com3C90xEthernetAdapter
PhysicalAddress......:00-50-04-62-F7-23
DHCP Enabled........:Yes
IP Address.........:111.111.111.108
SubnetMask........:255.255.255.0
DefaultGateway......:111.111.111.1
DHCP Server........:111.111.111.1
Primary WINS Server....:
Secondary WINS Server...:
LeaseObtained.......:11160012:12:44 AM
LeaseExpires.......:
Selain
menampilkan pengaturan jaringan Anda, perintah ipconfig juga memiliki
kegunaan lain jika digunakan dengan sub-perintahnya. Berikut adalah
beberapa sub-perintah yang digunakan secara umum:
/release —
menghapus pengaturan DHCP dan IP address seluruh adapter jaringan yang
digunakan. Anda juga dapat mengetikkan nama adapter untuk menggunakan
ipconfig/release terhadap adapter tersebut saja
/renew —
memperbarui pengaturan DHCP dan IP address seluruh adapter jaringan yang
digunakan. Seperti sub-perintah sebelumnya, Anda juga dapat menggunakan
ipconfig/renew pada adapter yang dipilih
/flushdns — menghapus cache DNS
yang disimpan di komputer Anda. Ini perlu dilakukan secara berkala agar
tetap dapat mengakses situs-situs yang biasa Anda kunjungi
35. logoff
Didukung di: semua versi setelah Windows 98
Sesuai
dengan namanya, perintah logoff digunakan untuk log off dari komputer
Anda. Dalam konteks jaringan komputer lokal, perintah CMD ini juga dapat
digunakan untuk menghentikan sesi user tertentu.
Untuk
menjalankannya, Anda tinggal mengetikkan “logoff”. Jika Anda seorang
administrator, Anda dapat menghentikan sesi seorang user dengan
menambahkan ID komputernya, seperti pada contoh berikut:
logoff 12
36. move
Didukung di: semua versi Windows
Perintah
move memungkinkan Anda untuk memindahkan satu file atau lebih ke
direktori lain. Bahkan, Anda dapat menggunakannya untuk memindahkan satu
direktori ke dalam direktori lain juga. Syntax-nya seperti berikut:
move <file name><destination>
Contohnya seperti ini:
move stats.doc c:\statistics
Jika sedang tidak berada dalam direktori file tersebut, Anda perlu menyebutkan huruf partisi dan nama direktorinya:
move d:\docs\stats.doc c:\statistics
Apabila ingin memindahkan lebih dari satu file, Anda harus memisahkan masing-masing dengan koma dan spasi:
move stats.doc, morestats.doc c:\statistics
Nah,
untuk memindahkan direktori ke dalam direktori lain, Anda perlu
menambahkan tanda kutip ganda di awal dan akhir nama direktori tersebut:
move "direktori1" direktori2
37. msg
Didukung di: semua versi setelah Windows 2000
Jika
berada dalam sebuah jaringan komputer lokal, Anda dapat mengirim pesan
ke user lain dengan perintah msg. Syntax-nya seperti demikian:
msg <username><message>
Di bawah ini adalah contoh jika Anda mengirimkan pesan berbunyi “Halo” ke user bernama “user01”:
msg user01 Halo
38. pause
Didukung di: semua versi Windows
Perintah pause digunakan untuk menghentikan file batch
yang sedang berjalan. Jika dijalankan, pesan “Press any key to
continue” akan muncul di layar. Untuk melanjutkan proses file tersebut,
Anda tinggal menekan tombol apapun di keyboard.
39. print
Didukung di: semua versi Windows
Barangkali
Anda belum tahu bahwa Anda dapat mencetak file teks dari Command
Prompt. Untuk melakukannya, Anda perlu menyebutkan nama file (filename)
dan port printer yang digunakan (device), seperti pada syntax berikut:
print<filename><device>
Namun,
Anda harus mengetahui jenis port yang digunakan oleh printer Anda.
Untuk parallel port, nama printer yang digunakan dimulai dengan LPT.
Sedangkan untuk serial port, nama printernya dimulai dengan COM. Agar
lebih jelas, mari perhatikan contoh di bawah:
print c:\file.txt /d:lpt1
Dengan
menjalankan contoh perintah tersebut, Anda akan mencetak file.txt yang
berada di partisi C: dengan printer pada port LPT1.
40. query
Didukung di: semua versi setelah Windows XP
query adalah perintah CMD yang digunakan untuk menampilkan empat jenis informasi yang terkait dengan RD session host server. Masing-masing informasi dapat ditunjukkan dengan syntax berikut:
query process — menampilkan daftar proses yang berjalan di RD session host server
query session — menampilkan daftar sesi yang ada di RD session host server
query termserver — menampilkan daftar RD session host server yang ada di jaringan lokal
query user — menampilkan informasi mengenai sesi user di sebuah RD session host server
Jika hard drive mengalami kerusakan, Anda dapat mencoba untuk mengembalikan data di dalamnya dengan perintah recover.
Akan tetapi, Anda hanya dapat meng-recover file satu per satu. Selain itu, Anda harus tahu nama filenya dan letaknya. Contohnya seperti di bawah ini:
recover d:\fiction\story.txt
42. rename
Didukung di: semua versi Windows
Sesuai
namanya, perintah rename digunakan untuk mengubah nama file dan
direktori. Sama seperti perintah sebelumnya, rename mengharuskan Anda
untuk mencantumkan nama direktori dari file maupun direktori yang
dipilih.
Misalnya, dengan perintah di bawah Anda dapat mengubah file “computer.jpg” menjadi “text.jpg”:
rename d:/pictures/computer.jpg text.jpg
Sebagai
catatan, Anda juga dapat menggunakan perintah ren untuk mengganti nama
file atau direktori. Syntax perintah ini tidak berbeda dengan yang
dimiliki perintah rename.
43. repair-bde
Didukung di: Windows 7, 8, dan 10
repair-bde juga merupakan perintah yang berfungsi untuk menyelamatkan file dari hard drive yang rusak. Namun, ia digunakan untuk hard drive yang dienkripsi dengan BitLocker.
Untuk dapat menggunakan repair-bde, Anda harus memiliki hard drive lain di komputer. Ini digunakan sebagai tempat penyimpanan file dari hard drive yang rusak.
Data di hard drive kedua akan di-overwrite atau ditimpa dengan file-file yang dapat diselamatkan dari hard drive yang rusak. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk menggunakan hard drive kosong.
Selain itu, Anda membutuhkan recovery key, recovery key package, recovery password, atau password untuk membuka enkripsi pada hard drive tersebut.
Dengan adanya beberapa faktor yang terlibat, repair-bde memang terdengar rumit. Akan tetapi, syntax-nya cukup mudah dipahami:
Perintah
replace digunakan untuk mengganti satu atau beberapa file dalam sebuah
direktori dengan file lain. Perintah ini bermanfaat jika ada file yang
sama di beberapa direktori dan perlu diperbarui secara berkala.
Syntax-nya seperti demikian:
replace <drive1><filename><drive2></p> </r></s>
Seperti yang dapat Anda lihat di atas, ada tiga opsi yang dapat digunakan dalam perintah replace, yaitu:
/p — menampilkan pertanyaan konfirmasi sebelum Anda mengganti file pada <drive2>
/r — digunakan untuk mengganti file dengan atribut read only
/s — digunakan untuk mengganti semua file dalam subdirektori di <drive2>
Mari simak contoh penggunaannya di bawah ini:
replace f:\phones.cli c:\ /s
Dengan
perintah tersebut, semua file “phones.cli” di partisi C: dan seluruh
subdirektori-nya akan diganti dengan file yang berada di partisi F:.
45. rmdir
Didukung di: semua versi Windows
rmdir
digunakan untuk menghapus direktori yang kosong. Meski demikian,
perintah CMD ini juga dapat menghapus direktori yang tidak kosong di
Windows XP dan versi setelahnya.
Penggunaan sederhananya seperti demikian:
rmdir c:\test
Apabila ingin menghapus file dan subdirektori di dalamnya, Anda tinggal menambahkan /s di belakang perintah di atas:
rmdir c:\test /s
Anda juga dapat menggunakan perintah rd untuk menghapus direktori karena memiliki fungsi yang sama dengan rmdir.
46. robocopy
Didukung di: semua versi setelah Windows XP
Sebelumnya
Anda telah belajar tentang perintah copy. robocopy memiliki fungsi yang
sama, tetapi perintah ini juga dapat meng-copy direktori dan partisi.
Syntax-nya
mirip dengan yang dimiliki perintah copy. Bedanya, file yang ingin
disalin ke direktori tujuan (destination) dicantumkan setelah Anda
menyebutkan nama direktori tersebut:
robocopy <source><destination><file(s)><option>
Seperti
yang dapat dilihat di atas, setelah menyebutkan file yang ingin di-copy
Anda dapat menggunakan satu atau beberapa opsi. Berikut adalah beberapa
opsi yang dapat digunakan:
/s — meng-copy subdirektori yang ada di dalam direktori asal (source), kecuali subdirektori kosong
/e — meng-copy subdirektori yang ada di dalam direktori asal, baik yang ada isinya maupun tidak
/copyall — informasi file yang di-copy tetap disimpan ketika sudah disalin ke direktori tujuan
/nocopy — informasi file yang di-copy tidak disimpan ketika sudah disalin ke direktori tujuan
/move — menghapus file asli setelah di-copy
/a — hanya meng-copy file dengan atribut archive
/a+:<attribute>
— meng-copy sekaligus menentukan atribut file. Simbol atributnya
seperti yang tadi sudah disebutkan di pembahasan tentang perintah attrib
/a-:<attribute> — seperti opsi sebelumnya, tetapi sekaligus menghapus atribut file
/ia:<attribute> — hanya meng-copy file dengan atribut yang Anda tentukan
/xa:<attribute> — mengecualikan file dengan atribut yang Anda tentukan
/xf file <filename> — mengecualikan file yang namanya memiliki kata tertentu
/xf dirs <directoryname> — mengecualikan direktori yang namanya memiliki kata tertentu
/max:n — hanya meng-copy file di bawah ukuran yang Anda tentukan (n)
/min:n — hanya meng-copy file di atas ukuran yang Anda tentukan (n)
47. schtasks
Didukung di: semua versi setelah Windows XP
Di
bagian awal artikel ini Anda sudah belajar tentang perintah at yang
digunakan untuk otomatisasi tindakan. Nah, schtasks memiliki fungsi yang
sama, tetapi syntax-nya berbeda:
schtasks /parameter <arguments>
Yang dimaksud /parameter pada schtasks adalah sub-perintahnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
/create — membuat sebuah otomatisasi
/delete — menghapus sebuah otomatisasi
/query — menampilkan daftar perintah yang diotomatisasi
/change — mengubah pengaturan sebuah otomatisasi
/run — menjalankan sebuah otomatisasi
/end — menghentikan sebuah otomatisasi yang berjalan
Sedangkan
<arguments> adalah tindakan yang diotomatisasi dengan schtasks.
Ada banyak sekali tindakan yang dapat Anda lakukan dengan perintah
tersebut. Di bawah ini adalah beberapa <arguments> yang digunakan
secara umum:
/tr — menentukan nama file yang ingin dijalankan dengan schtasks dan direktorinya
/tn — menentukan nama tindakan yang diotomatisasi
/sc
— menentukan frekuensi otomatisasi. Anda dapat menentukannya per menit,
jam, hari, minggu, dan bulan. Anda bahkan dapat membuat otomatisasi
yang hanya berjalan sekali.
/mo — menentukan frekuensi dengan lebih detil. Misalnya, Anda ingin menjalankan sebuah file setiap 120 menit.
/d — menentukan hari otomatisasi
/m — menentukan bulan otomatisasi
/i — menentukan jarak waktu antar otomatisasi sebuah tindakan
/st
— menentukan waktu otomatisasi dimulai. Perlu Anda ingat bahwa format
yang digunakan adalah 24 jam. Jadi, jika Anda ingin menyetel sebuah
tindakan untuk jam 2 siang, maka ketikkan 14:00.
/et — menentukan waktu otomatisasi berhenti
/k — menghapus otomatisasi ketika ia berhenti
Agar
Anda dapat memahaminya dengan lebih mudah, mari lihat contoh di bawah
ini. Contoh berikut digunakan untuk membuat sebuah otomatisasi bernama
SecurityScript dengan target file sec.vbs:
Perintah sfc atau system file checker
digunakan untuk mencari dan mengganti file sistem Windows dengan versi
yang benar. Ini sangat berguna apabila ada masalah dalam sistem komputer
Anda yang sulit diperbaiki.
Syntax-nya cukup mudah dipahami:
sfc /command
/command adalah sub-perintah yang dapat digunakan dengan sfc. Berikut adalah daftar sub-perintahnya:
/scannow — mencari dan memperbaiki file sistem yang rusak
/verifyonly — mencari file sistem yang rusak
/scanfile
— memindai kerusakan pada file yang dipilih dan memperbaikinya. Anda
perlu menyebutkan nama file dan direktorinya untuk menggunakan
sub-perintah ini
/verifyfile — memindai kerusakan pada file yang
dipilih. Seperti pada sub-perintah sebelumnya, Anda perlu menyebutkan
nama file dan direktorinya
Di bawah ini adalah contoh penggunaan perintah sfc untuk memindai kerusakan pada file kernel32.dll dan memperbaikinya:
sfc /VERIFYFILE=c:\windows\system32\kernel32.dll
49. shadow
Didukung di: Windows XP, Vista, dan 7
Perintah shadow dapat digunakan jika Anda mengelola RD session host server. Dengannya, Anda dapat mengendalikan komputer lain pada server tersebut. Berikut adalah syntax-nya:
Jadi, Anda dapat mengendalikan sebuah komputer pada RD session host server dengan hanya menyebutkan nama session atau ID-nya. Contohnya pada contoh berikut:
shadow 93
Dengan perintah tersebut, Anda akan mengendalikan komputer dengan ID 93.
50. shutdown
Didukung di: semua versi setelah Windows 2000
Jika ingin shut down, sleep, atau log off
komputer dari Command Prompt, Anda dapat menggunakan perintah shutdown.
Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya untuk melakukan hal yang
sama pada komputer lain dalam sebuah jaringan.
Syntax-nya sederhana, tetapi ada beberapa arguments yang dapat Anda gunakan dengan perintah CMD ini:
shutdown <arguments><TargetComputer>
Berikut adalah beberapa arguments atau sub-perintahnya yang sering digunakan:
/i — menampilkan graphical user interface atau GUI shutdown
/l — log off dari komputer
/s — shut down atau mematikan komputer
/r — restart komputer
/a — membatalkan shut down komputer
/p — mematikan komputer pada jaringan lokal secara langsung. Artinya, GUI shutdown komputer yang biasanya Anda lihat tidak akan ditampilkan
/h — menyalakan mode hibernate
/t — lama waktu yang ditentukan sebelum salah satu sub-perintah dijalankan
Jadi, jika ingin mematikan komputer pribadi, Anda dapat menjalankan perintah berikut:
shutdown /i /s
Namun,
apabila Anda mengelola sebuah jaringan lokal dan ingin mematikan salah
satu komputer, di bawah ini adalah contoh perintah yang dibutuhkan:
Setelah
membaca artikel ini, tentunya Anda tahu bahwa ada banyak sekali
perintah CMD yang dapat digunakan. Fungsinya pun beragam, mulai dari
pengoperasian dasar seperti meng-copy dan memindahkan file hingga
pengelolaan komputer di jaringan lokal.
Nah, mulai sekarang Anda
dapat menggunakan perintah-perintah yang ada di artikel ini untuk
menggunakan Command Prompt. Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk
meninggalkan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah.